Awal tahun 2025 terdapat momen istimewa dimana pada tanggal 1 Januari bertepatan dengan 1 Rajab. Bulan Rajab merupakan bulan yang istimewa dimana barangsia yang berdoa pada bulan itu maka doanya mustajab. Bulan Rajab adalah bulan ke-7 dalam hitungan kalender hijriyah.
Dalam kalender hijriyah, menurut pandangan Islam ada empat bulan haram atau disebut juga al-asyhur al-hurum. Empat bulan tersebut diantaranya adalah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan haram, kita dianjurkan untuk memperbanyak beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan haram menjadi waktu yang istimewa untuk beribadah karena memiliki banyak kemuliaan. Bulan Rajab merupakan salah satu diantara keempat bulan haram yang mulia. Bulan Rajab memiliki banyak fadhilah. Berikut adalah beberapa keistimewaan bulan Rajab.
1.Terjadinya Isra’ Mi’raj
Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan Nabi Muhammad Sallalahu ‘alaihi wa sallam dari Masjidil Hram ke Masjidil Aqsa lalu ke langit ke-tujuh. Isra’ Mi’raj terjadi pada 27 Rajab tahun ke-12 kenabian. Pada peristiwa ini, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat perintah untuk menjalankan shalat lima waktu.
2. Terdapat peristiwa penting
Pada bulan ini terdapat banayak peristiwa penting. Diantaranya yaitu:
a. Sayyidah Aminah binti Wahb mulai mengandung janin Nabi Muhammad
b. Terjadi perang Tabuk pada hari ke-10 tahun 9H. Perang ini menunjukkan keteguhan dan ketabahan umat Muslim dalam menghadapi tantangan.
c. Wafatnya Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Nabi Muhammad.
d. Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Baitul Maqdis, Palestina, pada tanggal 27 Rajab 583 H.
3. Dilipatgandakaan Pahala
Amalan dan rangkaian ibadah yang dilakukan saat bulan Rajab akan mendapatkan pahala yang berlipat. Hal ini sebagaimana penjelasan Imam al-Baghawi dalam kitab tafsirnya, yang memiliki arti:
“Amal salih lebih agung (besar) pahalanya di dalam bulan-bulan haram (Zulqa’dah, Zulhijjah, Muharram, dan Rajab). Sedangkan zalim pada bulan tersebut (juga) lebih besar dari zalim di dalam bulan-bulan selainnya.” (Imam al-Baghawi, Ma’alimut Tanzil fi Tafsiril Qur’an, [Beirut, Darul Ihya’ at-Turats, cetakan keempat: 1417 H/1997 M], juz IV, halaman: 44).
Umat Islam didorong untuk memperbanyak istighfar, melaksanakan puasa sunnah, dan bersedekah. Momentum ini menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.
4. Mustajab Saat Berdoa
Pada bulan ini, doa yang kita langitkan akan mustajab. Diebutkan bahwa ada 3 malan yang istimewa pada bulan Rajab untuk berdoa. Yakni pada malam pertama bulan Rajab, malam tanggal 15 bulan Rajab, dan malam tanggal 27 bulan Rajab.
Imam al-Ghazali menjelaskan, beribadah pada malam-malam hari yang punya keutamaan hukumnya sunnah. Malam itu, kata Imam al-Ghazali, adalah ‘masa’ untuk beramal dan waktu terbaik berniaga dalam perkara agama.
“Barang siapa lalai dan lengah pada masa tersebut, dia tidak akan menuai laba,” kata Imam al-Ghazali dalam kitabnya.
5. Bulan Sedekah
Rajab dikenal sebagai bulan sedekah. Bersedekah di bulan Rajab akan mendapatkan pahala dan dijauhkan dari api neraka.
Dalam suatu hadist, sebagaimana melansir dari NU Online, Rasulullah SAW menjanjikan sebuah istana di surga bagi yang bersedekah di bulan Rajab.
. عن عبد الله بن زبير رضى الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: من فرج عن مؤمن كربة فى شهر رجب وهو شهر الله الأصم, أعطاه الله تعالى فى الفردوس قصرا مد بصره ألا فأكرموا رجب يكرمكم الله عزوجل بألف كرامة
Artinya: “Barang siapa yang melonggarkan satu beban kehidupan sesama saudara mu’min di bulan Rajab, Allah akan membangunkan istana untuknya di surga firdaus yang luasnya sejauh pandangan matanya. Karena itu, muliakanlah bulan Rajab, pasti Allah akan memuliakanmu dengan seribu kemuliaan.”
Memanfaatkan keutamaan bulan Rajab dengan melaksanakan amalan sunnah yang dianjurkan dapat menjadi langkah awal yang baik dalam perjalanan spiritual sepanjang tahun supaya kita tidak termasuk orang yang merugi. Semoga kita senantiasa diberi kemampuan dan kemauan untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
