Sakit Penggugur Dosa, Benarkah?

Sakit bukan hanya sekedar musibah atau ujian yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Akan tetapi sakit juga merupakan suatu anugrah karena disebutkan dalam hadits bahwa sakit dapat menggugurkan dosa. Beberapa orang mungkin menganggap bahwa sakit adalah suatu hal yang memberatkan. Dan hal itu memang benar adanya, karena sakit dapat menghilangkan selera makan dan keceriaan. Seseorang yang kehilangan selera makan dan keceriaan tentu menjalani hari-harinya dengan sulit. Karena bagaimanapun kondisi kita baik itu sakit ataupun sehat, tubuh tetap membutuhkan asupan makanan. Namun, jika selera makan justru tidak ada maka akan terasa semakin sulit.

Namun ada kabar gembira bagi umat muslim. Rasulullah SAW menerangkan dalam sebua hadits bahwa sakit atau luka yang kita dapatkan dapat menggugurkan dosa kita sebagaimana pohon menggugurkan daunnya.

Rasulullah SAW pernah bersabda :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضِ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتُهُ كَمَا تَحَطَّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا. (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: “Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu musibah berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sakitnya itu, sebagaimana sebatang pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Pada hadits di atas disebutkan bahwa perumpamaan sakit yang menggugurkan dosa adalah sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya. Hal itu menunjukkan bahwa sakit bukanlah satu-satunya jalan yang menjamin gugurnya dosa seseorang. Karena pada umumnya sebuah pohon tidak akan menggugurkan seluruh daunnya secara alamiah dan hanya satu waktu.

Dalam hadits lain disebutkan.

Dari Ummul ‘Ala berkata, “Rasulullah SAW mengunjungiku ketika aku sakit, lalu beliau bersabda,

أَبْشِرِى يَا أُمَّ الْعَلَاءِ فَإِنَّ مَرَضَ الْمُسْلِمِ يُذْهِبُ اللَّهُ بِهِ خَطَايَاهُ كَمَا تُذْهِبُ النَّارُ خَبَثَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ

Artinya : “Bergembiralah wahai Ummul ‘Ala, sesungguhnya sakitnya seorang muslim dijadikan oleh Allah untuk menghilangkan kesalahannya dengannya, sebagaimana api menghilangkan karat emas dan perak.” (HR Abu Dawud).

Berdasarkan hadits-hadits di atas dapat dipetik pelajaran bahwa proses pengguguran dosa tidaklah mudah. Karena digugurkannya dosa harus dengan merasakan sakit. Dan perlu diingat bahwa sakit hanya dapat menggugurkan dosa-dosa kecil saja, dengan artian jika penghapusan dosa kecil saja harus dilalui dengan sakit lantas bagaimana jika itu adalah dosa besar? Oleh karena itu, sakit juga merupakan bentuk peringatan bagi kita agar selalu menaati perintah Allah SWT dan Rasul-Nya juga menjauhi segala hal yang dilarang dalam agama Islam.

Do’a Meminta Kesembuhan

Sebagai orang yang sakit, sudah semestinya kita mengusahakan kesembuhan kita. Walaupun disebutkan bahwa sakit dapat menggugurkan dosa, bukan berarti kita hanya cukup bertahan dengan rasa sakit itu. Hal itu tentu saja tidak dibenarkan dalam agama Islam karena merupakan salah satu bentuk putus asa. Jika kita atau orang terdekat kita mendapat ujian berupa sakit, maka wajib bagi kita untuk mengusahakan kesembuhan yaitu dengan berobat karena setiap penyakit pasti ada obatnya.

Selain kita berusaha dengan mencari obat yang tepat, kita juga perlu berdo’a memohon kesembuhan kepada Allah SWT. Berikut kami sajikan lafadz do’a yang dapat diamalkan untuk memohon kesembuhan bagi orang yang sakit.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Artinya: “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakitnya. Berikanlah kesembuhan karena kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.”

Do’a tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim sehingga do’a ini memiliki kualitas shohih.

Wallahu a’lam bishawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *