Menjemput Ketenangan Hati: Ketegasan Syariat sebagai Benteng Kesucian (Bagian 3)
Setelah kita memahami larangan mendekati zina dan tips menjaga diri di era digital, muncul sebuah pertanyaan: Mengapa Islam sangat keras dalam melarang perbuatan keji tersebut? Jawabannya adalah demi menjaga kehormatan manusia dan ketenangan tatanan kehidupan.
Pada bagian ini, kita akan merenungkan ketegasan Allah SWT dalam Surah An-Nur ayat 2 sebagai pengingat agar kita tidak sekali-kali meremehkan dosa pergaulan bebas.
Ketegasan Hukum dalam Surah An-Nur Ayat 2
Allah SWT berfirman mengenai konsekuensi bagi pelaku perbuatan keji (zina):
اَلزَّانِيَةُ وَالزَّانِيْ فَاجْلِدُوْا كُلَّ وَاحِدٍ مِّنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍۖ وَّلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِيْ دِيْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۚ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَاۤئِفَةٌ مِّنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
“Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang berima1n.” (QS. An-Nur: 22)
Mengapa Harus Tegas?
Mungkin bagi sebagian orang, hukuman ini terdengar sangat berat. Namun, di balik ketegasan tersebut, terdapat kasih sayang Allah untuk umat manusia secara luas:
-
Efek Jera (Zajir): Hukuman yang berat dan disaksikan oleh orang banyak bertujuan agar orang lain merasa takut dan berpikir seribu kali sebelum melakukan dosa yang sama.
-
Menjaga Nasab dan Keturunan: Pergaulan bebas merusak struktur keluarga. Tanpa aturan yang tegas, hak anak-anak yang lahir akan terabaikan dan kejelasan garis keturunan akan hilang.
-
Membersihkan Dosa: Dalam kacamata iman, hukuman di dunia (bagi yang bertaubat dan memenuhi syarat hukum) merupakan bentuk pembersihan agar pelakunya tidak lagi memikul beban dosa yang lebih berat di akhirat kelak.
Ketenangan dalam Ketaatan
Membaca ayat ini tidak seharusnya membuat kita sekadar takut, tetapi membuat kita semakin waspada. Ketenangan hidup yang sejati justru hadir saat kita merasa aman di bawah payung aturan-Nya.
-
Hidup Tanpa Bayang-bayang Ketakutan: Mereka yang menjaga diri tidak perlu takut akan aib, tidak perlu cemas akan penyakit menular seksual, dan tidak perlu gelisah akan pertanggungjawaban di hadapan manusia maupun Tuhan.
-
Membangun Marwah Santri: Sebagai santri MA Al Hikmah, kita memikul tanggung jawab moral. Kehormatan kita bukan pada banyaknya kawan lawan jenis, melainkan pada sejauh mana kita mampu menjaga kehormatan diri.
Kesimpulan: Memilih Jalan yang Tenang
Rangkaian pembahasan ini mengajak kita pada satu kesimpulan: Pergaulan bebas adalah jalan buntu yang penuh kegelisahan.
Mari kita tutup pintu-pintu kemaksiatan, jaga pandangan, pilih lingkungan yang salih, dan tanamkan rasa takut kepada Allah sebagai wujud cinta kita kepada-Nya. Dengan begitu, Sakinah (ketenangan) yang kita cari akan menetap di dalam hati.
“Jangan biarkan kesenangan sesaat menghancurkan ketenangan abadi dan masa depanmu yang gemilang.”
